Di tepi utara Republik Tertius,
berdiri megah, Istana Para Tikus
Pagar-pagarnya disolek, berhiaskan permata
Dari luarnya tertulis "Anti Rakyat Biasa"
Parit kecil mengelilingi sekitarnya, memuat aliran sampah —katanya
Syair-syair penderitaan, narasi-narasi protes, kajian akademik, bukti-bukti penindasan...
Dicabik-cabik Para Tikus, dihabisi, diberondong, diinjak-injak, dan tak dibaca
Oh, Istana Para Tikus
Membisukan semut yang bersuara, melantangkan cicak dan kadal yang membayarnya
Oh, Istana Para Tikus
menguasai penguasa
mengendalikan orang-orang biasa
Disana, di Istana Para Tikus
Anggaran-anggaran digodok, proyek-proyek dimatangkan
Bertungku demokrasi, berbahan bakar konstitusi
Lalu disajikan, pada majikan... kroni sendiri
Tak hanya itu
Di ruang sidang Para Tikus
Program-program bebas dilicinkan, atau dibekukan,
dimuluskan, atau dibiarkan
Di rapat-rapat besar Para Tikus
candi-candi direncanakan, gedung-gedung mangkrak direncanakan, penjara bagi penentang pun direncanakan
Oh, Istana Para Tikus
merencanakan yang tak terencana
berencana pada yang terencana
Menteri-menteri di Istana Para Tikus menjarah segalanya
paket bantuan, tower-tower menara, dana pendidikan, pembangunan jalan, hingga proyek Hamba
Yaa, proyek hamba juga dijarah
Istana Para Tikus di tepi utara republik tertius,
memutuskan putusan yang tak putus
membatalkan putusan yang sudah putus
memperhitungkan tanpa rumus
merumuskan yang tak serius
Di ruang-ruang rehat Para Tikus,
berjajar lukisan-lukisan yang bernyawa
Dari gambar banteng di balik cendana, garuda hingga bola dunia
Kursi-kursi empuk tersusun melingkar di bawahnya
Berlapis emas, sedikit aroma batubara
Dikeruk dari perut rakyat, dirampok dari kerongkongan tanah, yang minta merdeka
Oh, Istana Para Tikus
Taman bermain para majikan, lahan rekreasi para polutan
Ku harap kau, tak Anti Kritika

Komentar
Posting Komentar