Langsung ke konten utama

Dongeng Bapak



Tatkala Singa berjalan melalui tanah yang tandus,

Berkali-kali ia mengutuk dunianya
Rahang besarnya merapal-rapalkan penyesalan
Matanya membelalak, mencari teguk yang mampu melenyapkan dahaga

Kawan-kawan, sekutu, dan para pengikut tlah enyah meninggalkannya
Seorang diri, bak melodi hampa di tengah telaga
Singa terus mengutuk dunianya
Rahang besarnya menyeru-nyerukan kepedihan

Nak, di dunia yang begitu indah ini
Di bumi yang nyaris sempurna ini,
Banyak orang dengan keras mempertahankan hidupnya
Nak, di dunia yang katanya elok ini
Tak sedikit yang jatuh bangun meratapi nasibnya
Tak pernah
dunia takkan pernah semulus mimpi-mimpi, yang riuh berkelakar di tidurmu
Nak,
waktu akan berlalu teramat cepat
secepat orang-orang dekat yang kan berangsur pergi meninggalkanmu
Nak,
dongeng ini kelak akan jadi sempurna
tatkala kau benar-benar terpuruk, bersama lukamu, tangismu, rintihanmu
dongeng-dongeng Bapak akan slalu menjadi rumah, yang setia menanti kepulanganmu
Nak,
bila suatu saat kau benar-benar hidup sendiri
dan dunia mencambukmu, mengiris-iris mimpi dan harapanmu
Bapak akan hadir merengkuhmu, menjamah dukamu
Akan Bapak ceritakan dongeng Singa kesukaanmu
Dengan kutukannya, rahang besarnya, dan ketegarannya

Nak,
bila Bapak tak ada lagi di sampingmu
menangislah selembut yang kau bisa, Bapak ada, sedekat nadi dan napasmu

Nak,
Bapak percaya, kau akan setegar Singa, yang tetap berjalan meski rahangnya slalu melumat kata sesal
tetap berjalan, walau hatinya tlah menjadi samudera yang dikepung oleh tangis dan derita
dan, walau air mata terus membanjiri topengnya

Sesempurna dongeng-dongeng Bapak
Kau hebat, kau kuat, kau sempurna

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kepastian Hukum Ikrar Talak Oleh Kuasa Hukum Perempuan

Sebagaimana disebut dalam Pasal 1792 ( Burgerlijk Wetboek ), pemberian kuasa adalah suatu persetujuan yang berisikan pemberian kekuasaan kepada orang lain yang menerimanya untuk melakukan sesuatu atas nama orang yang memberikan kuasa. Lebih lanjut, Pasal 1793 BW juga menegaskan bahwa kuasa hukum laki-laki maupun perempuan berada dalam status atau kedudukan yang sama. Pihak yang diberikan kuasa hanya diberikan koridor batasan dalam hukum positif Indonesia untuk tidak melakukan suatu perbuatan yang melampaui kewenangannya. Bila penerima kuasa melakukannya, pemberi kuasa dapat mencabut kuasa yang telah diberikan ataupun menuntut supaya penerima kuasa menghentkan tindakan tersebut. Sementara itu, dalam dimensi hukum Islam pemberian kuasa lebih dikenal dengan istilah wakalah [1] . Islam mensyariatkan wakalah sebab memang manusia membutuhkannya. Setiap manusia membutuhkan manusia lain yang dinilai lebih berkemampuan atau kompeten di urusan tertentu jika sewaktu-waktu ia behalangan atau meman...

Aku Tak Bahagia Soal Cinta

Ketahuilah Di antara barisan kata yang direngkuh oleh matamu Aku tertatih pasrah, merangkak menuju kerelaan yang tak terelak Dan, di antara barisan kata yang tenggelam di sepasang matamu Aku berlayar ke arah dermaga yang telah habis terjarah, melalui sungai bening yang mengalir begitu tabah, berhulu di mataku Ketahuilah Hingga saatnya, langit memintaku pulang Aku akan bersaksi, tiada —di semesta ini, yang semerdu puisimu Tak akan pernah ada, bintang tercantik, selain kemilau hangat yang bertengger di matamu Mustahil, tanpa tanding, yang lebih manis, lebih menarik Dari sekarung madu, yang kupetik dari pipimu Aku akan bersaksi, di hadapan bintang-bintang dan semesta yang merdeka Tiada derap yang dapat menggetarkan tubuhku, memulihkan dukaku.  Selain bisik debu yang berdesir sayu dari langkahmu. Serta, tak akan pernah.  Tak akan pernah ada degup yang mampu menghancurkan jiwaku, merobohkan dinding-dinding gembira di kalbuku Selain rinai tawa, bahagiamu, di rengkuh pria. Yang memin...

Aku dan Sepi

Malam ini, mataku dengan mesra menatap bintang yang nampak murung Di antara barisan awan yang menyapa silih berganti, bintang yang ku tatap hanya menyajikan raut duka, dan lagu-lagu patah tiada henti Hingga, tanpa sadar, tangis bintang yang ku tatap perlahan merangkak menuju kehampaan yang terkulai di jiwaku Ku pejamkan mata, lalu gelap menyapu pelupuk dengan segera. Ku lihat di sana, ada aku. Duduk begitu rapat, berdua dengan bintang yang murung tadi.  Dalam pejamku, ia berkata "kita ini sama. Tersisih dalam kelapangan, DIDEPAK, sepi tanpa kediaman." Masih dalam pejam, aku terdiam. Sementara langit semakin pekat, serupa satu-satunya ruang yang tersisa di barisan arteriku. Satu-satunya yang belum binasa, usai pisah tanpa tanda yang merajam bilik-bilik jantungku, ditebas, teraniaya.  Kemudian setangkai melati secara sengaja menelurkan kelopaknya, patah, dan jatuh persis di atas bahuku. Garis kaku yang dulu ku gadang-gadang, akan menjadi semesta berpulang, cerita demi cerita, y...